Menuju Desa “BERSAHAJA”
Desa Lancar merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Desa ini terletak pada wilayah perbukitan dengan ketinggian sekitar ± 531 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi topografi dataran sedang hingga berbukit serta iklim tropis dengan suhu rata-rata 24–30°C menjadikan Desa Lancar memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Gambaran Umum dan Geografis
Secara administratif, Desa Lancar memiliki luas wilayah ± 1.564 hektare yang terdiri atas lahan sawah seluas 203 hektare, tanah kering 588 hektare, dan penggunaan lainnya seluas 773 hektare. Wilayah desa terbagi ke dalam lima dusun, yaitu Dusun Kalijanggel, Karanganyar, Binangun, Tuban, dan Rapahamba, dengan cakupan 11 RW dan 50 RT.
Wilayah Desa Lancar berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen di bagian utara dan barat. Di bagian timur, desa ini berbatasan dengan Desa Plunjaran dan Desa Somogede, sedangkan di bagian selatan berbatasan dengan Desa Kumejing dan Desa Plunjaran yang berada dalam wilayah Kecamatan Wadaslintang. Letak geografis tersebut memberikan keuntungan tersendiri, terutama dalam mendukung akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Lancar ke wilayah sekitarnya.
Jarak Desa Lancar ke ibu kota kecamatan sekitar 8 kilometer, sedangkan jarak ke ibu kota kabupaten sekitar ± 46 kilometer.
Kependudukan
Berdasarkan data administrasi desa, jumlah penduduk Desa Lancar tercatat sebanyak 6.129 jiwa yang terdiri dari 1.428 Kepala Keluarga (KK), dengan komposisi 3.050 jiwa penduduk laki-laki dan 3.079 jiwa penduduk perempuan. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, dengan sebagian lainnya bekerja di sektor perdagangan dan jasa.
Visi dan Misi Desa
Pemerintah Desa Lancar berkomitmen mewujudkan visi pembangunan desa, yaitu:
“Terwujudnya Desa BERSAHAJA (Bermartabat, Religius, Sehat, Harmonis, Aman, dan Sejahtera)”
Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah desa menjalankan sembilan misi utama, antara lain melanjutkan program pembangunan desa, membentuk pemerintahan yang profesional dan transparan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat perekonomian dan ketahanan sosial budaya masyarakat.
Pendidikan
Kualitas sumber daya manusia di Desa Lancar didukung oleh ketersediaan sarana pendidikan yang cukup lengkap, baik pendidikan formal maupun non-formal. Pendidikan formal tersedia mulai dari jenjang PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMK. Selain itu, pendidikan non-formal berkembang melalui keberadaan TPQ dan MADIN sebagai sarana pembinaan karakter dan nilai keagamaan masyarakat.
Infrastruktur Air Bersih
Pemerintah Desa Lancar terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang air bersih. Hingga tahun 2024, program PAMSIMAS telah melayani sekitar 425 KK dari total 1.428 KK. Jangkauan layanan meliputi sebagian Dusun Kalijanggel, Karanganyar, Binangun, dan sebagian Dusun Tuban. Sementara itu, masyarakat yang belum terlayani masih memanfaatkan sumber mata air alami dan sumur gali.
Potensi Desa
Sektor pertanian dan perkebunan menjadi potensi unggulan utama Desa Lancar, dengan komoditas kelapa sebagai salah satu hasil bumi yang paling menonjol. Kelapa dikelola secara tradisional oleh masyarakat, mulai dari pemanfaatan buah hingga pengolahan nira yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga sekaligus pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain kelapa, masyarakat juga mengembangkan berbagai tanaman pangan dan hasil bumi lainnya yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lancar.
Sosial Budaya dan Kepemudaan
Kehidupan sosial masyarakat Desa Lancar berlangsung dinamis dan harmonis, ditandai dengan aktifnya kegiatan seni, keagamaan, dan kepemudaan. Berbagai kelompok kesenian seperti kuda kepang, rebana, jam janeng, dan gambus tumbuh di beberapa dusun sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
Di bidang kepemudaan, organisasi seperti Karang Taruna, Gerakan Pemuda Ansor, dan Fatayat berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mendukung proses perencanaan pembangunan desa secara partisipatif.